Belajar Sambil Berpetualang Lewat Language Travel



[Editor's Note] Saya ingat sekali saat masih bekerja di sebuah law firm asing beberapa tahun lalu, saya berbincang dengan seorang rekan kerja, salah seorang direktur perempuan yang punya anak kurang lebih seumuran dengan anak saya. 

PENTINGNYA KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS
Saat itu, pembicaraan diawali dengan kepedulian kami akan kurangnya kemampuan berbahasa Inggris beberapa staff. Hal ini cukup jadi masalah karena firma hukum tempat kami bekerja adalah firma hukum asing di mana bahasa yang lebih sering dipakai adalah bahasa Inggris.

Saat rapat dengan para atasan yang beberapa di antaranya adalah orang asing, kami menggunakan bahasa Inggris. Saat rapat dengan klien yang mayoritas klien asing, tentu saja menggunakan bahasa Inggris, begitu pula semua komunikasi via email dan telepon. 

Lalu ada satu situasi yang kami perhatikan, yang menurut kami cukup disayangkan. Ada beberapa staff yang cerdas namun kemampuan berbahasa Inggrisnya kurang sehingga saat rapat dengan atasan, saat presentasi, dan lain-lain, ia kurang bisa menyampaikan idenya dengan baik sehingga atasan kurang dapat memahami. Sementara ada staff yang biasa-biasa saja, namun punya kemampuan berbahasa Inggris yang baik sehingga perbincangan dan presentasi berjalan dengan lancar dan akhirnya mereka lebih menonjol di kantor. 

Tentu saja yang cerdas dan mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang baik juga banyak dan juga menonjol.

Di satu sisi, kami turut senang bahwa staff  yang fasih berbahasa Inggris menonjol di kantor, namun di sisi lain juga prihatin karena staff lain yang cerdas kurang bisa berkembang di kantor karena hambatan bahasa. 

Obrolan di pantry bersama rekan kerja saya pun lalu berlangsung seru, khas ibu-ibu sekali. Kami bicara soal bagaimana belajar bahasa Inggris yang bagus dan efektif agar kelak anak-anak kami punya kecerdasan yang baik serta kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni.

Kami juga saling bertukar informasi mengenai kiat belajar bahasa Inggris yang efektif bagi mereka, mulai dari membiasakan mereka berkomunikasi dengan bahasa Inggris, menghafal kosa kata, berinteraksi langsung dengan pengguna bahasa Inggris, dan seterusnya.

HOMESTAY, BELAJAR BAHASA SAMBIL BERPETUALANG
Dari obrolan panjang lebar tersebut, kesimpulan kami agar anak dan remaja bisa belajar bahasa Inggris dengan cepat dan punya keberanian dan rasa percaya diri dalam mempraktekannya, salah satu caranya adalah dengan 'menceburkan' mereka ke lingkungan yang berbahasa Inggris, misalnya dengan mengikutkan mereka pada program homestay.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mewawancarai Melina, Product Country Manager EF Indonesia tentang apa dan bagaimana homestay itu. Lewat wawancara tersebut saya berhasil menggali banyak informasi mengenai homestay atau di EF dikenal dengan nama program Language Travel.

APA ITU HOMESTAY/LANGUAGE TRAVEL?
Meski sudah sering mendengar tentang program ini, mungkin ada beberapa yang belum benar-benar mengerti tentang apa itu Language TravelLebih dikenal dengan nama homestay karena anak-anak ditempatkan di rumah orangtua asuh (homestay), di mana anak-anak harus beradaptasi dengan bahasa dan kultur orangtua asuhnya.

Lewat Melina, saya tahu bahwa ini adalah program belajar bahasa Inggris langsung di negara asalnya. Di mana para peserta akan berangkat dengan teman-teman dari Indonesia seusianya dan ditemani oleh pendamping yang berpengalaman.

Pendamping dari EF Indonesia ini nantinya akan ditemani oleh pendamping lagi dari EF negara asal, jadi bukan pendamping dadakan atau cabutan yang hanya dipekerjakaan sesekali. Hal ini tentu saja menjadi salah satu nilai tambah soal keamanan dan profesionalitas.

Setelah itu anak-anak akan ditempatkan di 'keluarga' dan kelompoknya masing-masing serta diatur soal waktu belajar, di mana, kapan, dst. Semua lengkap dan terperinci diurus oleh pihak EF.

MANFAAT HOMESTAY
Selain anak semakin lancar berbahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris, ada banyak manfaat lain yang bisa diperoleh lewat aktivitas languange travel ini, antara lain:

MANDIRI
Meskipun sebelumnya anak sudah pernah berpisah dnegan orangtua, tapi terpisah negara mungkin hal baru bagi mereka, di mana mereka dituntut untuk lebih mandiri. Mereka bisa melihat anak-anak lain yang kurang lebih seumur mereka mengatasi rasa takut, cemas, dan lain sebagainya. Mereka bisa saling menguatkan, saling membantu dan akhirnya menikmati momen di mana mereka bisa melakukan banyak hal meski sedang jauh dari orangtua.

PENGALAMAN EMOSIONAL DAN KULTURAL
Salah satu hal terbaik dari homestay adalah anak-anak akan merasakan pengalaman batin yang sangat berbeda dari biasanya. Mereka bisa benar-benar merasakan menjadi warga dunia, melihat daerah dan negara yang berbeda, makan masakan yang tidak biasa, dan seterusnya.

INSPIRASI & MOTIVASI
Dengan bertemu banyak orang, berbeda bahasa, beda budaya, beda cara pikir, kemungkinan anak akan mendapat banyak inspirasi dan motivasi dalam hidupnya, entah yang berkaitan dengan rencana pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

BERANI BERKOMUNIKASI
Hal ini terdengar klise, tapi ini adalah salah satu manfaat terbesar dari homestay. Semakin lancar berbahasa asing tidak berarti seorang anak akan lebih berani berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Dengan melakukan perjalanan bersama teman-teman lain, berbicara dengan orang asing, dengan bahasa asing dan mendapat pendampingan yang baik dari institusi penyedia jasa travel language, anak-anak diharapkan akan lebih berani menyatakan pendapatnya dan berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang Language Travel, simak wawancara saya dengan Melina, Product Country Manager EF Indonesia, di bawah ini, ya.. [YZL].


*****

0 komentar

Oldies But Goodies