Kenali Anak Remaja Kita, yuk ...


Dear Lolas, seringkali kita mendengar komentar para orang tua tentang perilaku anaknya yang sedang memasuki masa remaja. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang panik, juga bahkan ada yang mengeluh. 

Normal saja jika masa remaja menjadi satu hal yang cukup menakutkan bagi orangtua karena kita pernah berada di situasi mereka, pernah tahu tantangan yang dihadapi di masa-masa itu. Sekarang situasi sudah berbeda, jaman kita dan anak remaja kita tidak lagi terlalu sama, banyak perbedaan yang mesti kita pahami.

Pada dasarnya perilaku remaja memang berbeda. Remaja adalah bagian dari fase pertumbuhan yang memasuki masa kedewasaan. Ibarat pergantian musim dalam cuaca ada istilah pancaroba, dan tentu nya Lolas tahu kan bahwa pada masa pancaroba akan banyak ujian yang harus kita hadapi untuk melewatinya. Begitu juga fase para remaja kita. 

Tiga hal yang kita mesti hadapi dan kita pahami pada anak remaja kita adalah:

1. Bergejolak dan butuh pendekatan emosional.
Remaja adalah masa bergejolak, karena pada fase ini remaja sedang memiliki energi yang berlimpah, namun banyak sekali yang tidak dapat mendapatkan penyaluran energi tersebut kearah yang tepat, dan banyak para orang tua gamang shock dalam menghadapi sikap ini, dan kadang menyalah artikan gejolak mereka dengan pembangkangan, bingung akan apa yang harus mereka lakukan. Mungkin banyak juga orang tua yang memang sibuk bekerja sehingga sedikit waktu untuk anak remaja mereka.

Pendekatan emosional  dan meluangkan waktu sangat penting dilakukan para orang tua menghadapi anak remaja nya. Dengan berbicara dari hati ke hati, berdiskusi dan mewadahi penyaluran energi mereka sesuai dengan bakat mereka, dan mendukung dan mengarahkan setiap kegiatan mereka yang bersifat positif.

2.  Teman, Simpati dan Empati
Remaja kita pastinya memiliki teman yang beragam karakternya, biasakan kita bertanya pada mereka dan mendengarkan cerita mereka tentang teman teman mereka, ini juga salah satu siasat agar kita selalu mengetahui kualitas dari pertemanan remaja kita. Jangan pernah menghujat teman dari remaja kita, jika kita merasa ada yang kurang pas atas pertemanan mereka beri penjelasan melalui cerita dan pengalaman yang bisa membuat remaja kita lebih memahami apa yang sebenarnya kita harapkan dari pertemanan mereka. Bisa membedakan yang baik dan buruk, saling mendukung dan membangun diri menjadi remaja yang perduli dan mawas diri.

3.  Tenang dan Berdoa
Remaja yang baik dan berbudi terlahir dari keluarga yang demikian pula adanya. Sebagai orangtua tentu kita mengharapkan yang terbaik untuk remaja kita, agar mereka bisa melewati fase mereka dengan selamat. Namun sebagai orangtua semua itu bisa kita sikapi dengan tenang dan selalu berdoa akan kebaikan keluarga dan anak anak remaja  kita agar menjadi manusia dewasa yang sukses pada akhirnya.

(Ika)

0 komentar

Oldies But Goodies