Ingin Jadi Womenpreneur? Ikuti Tips dari Futri Zulya Ini

Futri Zulya saat memberi motivasi soal memulai usaha bagi para wanita.
Menjadi bos dari diri sendiri adalah cita-cita kebanyakan orang, tak terkecuali kita ya, Lola? :) Nah, kebetulan sekali ISB (Indonesian Social Blogpreneur) mengadakan acara yang bertema  "How To Start A Bussiness" yang isinya mengenai kiat mengawali usaha sendiri serta bagaimana agar kita bisa sukses sebagai seorang womenpreneur alias pengusaha wanita.

Dalam kesempatan tersebut, Futri Zulya S. Mn, M. Bus. yang akrab dipanggil mba Puput, memberikan motivasi yang luar biasa bagi para undangan yang hadir lewat presentasinya tentang bagaimana cara memulai bisnis ini.

Menurutnya ada banyak alasan mengapa wanita harus terjun ke dunia bisnis. Antara lain perkembangan teknologi yang pesat yang memudahkan wanita untuk bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah. Hobi, aktualisasi diri serta kebutuhan untuk menambah penghasilan juga merupakan alasan mengapa wanita terjun ke dunia usaha. 

Menurut Futri, ada beberapa kiat penting agar sukses dalam memulai usaha serta menjalankan usaha kita, antara lain:

FIND YOUR PASSION
Ya, find your passion adalah yang pertama kali harus kita pikirkan saat hendak memulai usaha.Jangan mentang-mentang bisnis kue artis sedang trend misalnya, lalu kita ikut-ikutan membuka usaha tersebut, padahal passion kita bukan dibidang baking.

Lalu bagaimana jika kamu ternyata punya banyak passion dan hobi?.  Riset! itu jawabannya. Futri sendiri mencontohkan, sebelum akhirnya membuka usaha di bidang kecantikan yaitu Z Beauty, Z Glow, dan Z Academy, ia melalui proses yang panjang. Mencari tahu apa passionnya, bahkan sampai 'mewawancarai' keluarganya tentang apa hal yang paling ia suka.

SET YOUR PRIORITY & FIND YOUR SUPPORT SYSTEM
Saat kita sudah menemukan apa passion kita serta ide usaha yang ingin kita jalankan. Selanjutnya adalah mulai menentukan prioritas. Menurut Futri, kita harus realistis. Karena kita adalah istri dan ibu, prioritas utama kita adalah keluarga. Pastikan anak-anak dan suami terurus dengan baik baru kita menyisihkan waktu untuk usaha.

Agar usaha kita berkelanjutan, tidak setengah-setengah, diperlukan bussiness plan atau perencanaan usaha yang baik.

Nah, kemudian yang tak kalah pentingnya adalah membangun support system atau dukungan. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Ada peran penting suami, mertua, orangtua, serta baby sitter dan ART  dalam memuluskan jalan kita menjadi mamapreneur yang sukses.

BUSSINESS PLANNING
Membuat bussiness planning atau perencanaan usaha menjadi salah satu bagian yang penting, bisa diawali dengan membuat riset serta analisa SWOT.

Strength - Analisa apa saja yang menjadi kekuatan usaha kita. Bagaimana kekuatan tersebut bisa kita gunakan untuk memajukan usaha kita.

Weakness - Apa kelemahan usaha kita. Misalnya harga bahan kue yang mahal (jika kita berbisnis kue) lalu cari solusinya, apakah ada bahan pengganti yang lebih murah yang tidak akan mengurangi kualitas kue buatan kita.

Opportunities - Analisa kesempatan-kesempatan yang terbuka untuk usaha kita. Saat healthy lifestyle makin trend seperti sekarang mungkin melebarkan sayap ke usaha makanan sehat menjadi kesempatan bagi kita yang memang sudah bergerak di bisnis makanan.

Threat - Buat daftar apa saja yang bisa menjadi ancaman bagi usaha kita. Kompetitor yang banyak bermunculan bisa menjadi ancaman bagi usaha kita.

RESEARCH & MAXIMIZE THE INTERNET
Lakukan riset sebanyak-banyaknya. Internet telah memberi begitu banyak kemudahan dalam hal informasi mengenai usaha, jadi jangan disia-siakan.

Berselancarlah di dunia maya, pelajari bisnis yang ingin kita buka, bagaimana pengalaman orang lain dalam menjalankan bisnisnya, baca literatur-literatur yang mendukung usaha kita dan jangan segan juga untuk meminta pendapat orang lain.

Tapi ingat bahwa keputusan akhir ada di tangan kita karena kita lah yang paling menganl diri kita sendiri.

EXECUTE !
Apa gunanya segala perencanaan dan cita-cita muluk yang sudah kita buat jika tidak ada action. Ya, jadikan perencanaan bisnis tadi sebagai aksi nyata dengan benar-benar memulai usaha kita.

Saat melakukan eksekusi alias aksi nyata, tentu saja kita membutuhkan modal usaha. Jika kita belum memiliki modal yang cukup, mba Puput memberi beberapa saran dari mana modal usah bisa kita dapatkan.

Pertama, dari tabungan. Ya, jika baru memulai usaha, sebisa mungkin gunakan uang sendiri. Jika uang tabungan tidak cukup, kita bisa menjual aset dan barang berharga kita.

Enggan menjual barang berharga kita? Gadaikan saja. Atau bisa juga meminjam kepada keluarga dekat. Namun, meski meminjam pada keluarga, sebaiknya buat surat perjanjian agar aman, baik bagi pemberi pinjaman juga bagi kita sebagai peminjamnya.

Networking menjadi pilihan juga dalam mencari modal usaha. Mba Puput mencontohkan bahwa pertemuan-pertemuan seperti acara womantalk adalah salah satu bentuk berjejaring yang bagus. Kita bisa mendapat banyak teman yang memiliki passion yang sama bahkan mungkin bisa menemukan investor yang tertarik dengan ide usaha kita.

Ia mengingatkan agar kita selalu membawa kartu nama dan proposal bisnis saat berjejaring untuk memudahkan kita menawarkan ide usaha kita pada calon investor.

Bekerjasama misalnya dengan teman atau pun orang lain juga menjadi pilihan. Nanti pembagian untung dan seterusnya dibicarakan secara rinci agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Salah satu cara mendapatkan modal usaha yang banyak ditempuh adalah meminta pinjaman dari bank. Sama halnya dengan pinjaman-pinjaman lainnya, tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi saat meminjam uang ke bank. Kita bisa mendatangi bank yang kita inginkan dan menanyakan rinciannya di sana.

Ani Berta, founder ISB yang berperan sebagai moderator.

 So, are you ready to have your own bussiness Lolas?

*****

0 komentar

Oldies But Goodies