Kiat Mengurangi Sampah Rumah Tangga


Pernahkah kita renungkan bahwa makin hari sampah makin menggunung di mana-mana, meski tak secara langsung sering tertangkap oleh mata kita, namun jika kita pikirkan kembali,  sampai kapan lingkungan kita akan mampu menampungnya? Masihkah akan ada tempat bebas sampah bagi anak cucu kita kelak?

Belum terlambat untuk membuat semuanya lebih baik, yuk, mari kita biasakan mengolah sampah bahkan dari rumah sendiri. Berikut beberapa hal kecil namun penting yang bisa kita lakukan dari rumah.

Berikut beberapa kiat dari editor in-chief lolamagz ...

Bawa botol minum - saya membiasakan keluarga untuk membawa botol minum yang bisa dipakai berulang-ulang. Kadang jika lupa atau buru-buru terpaksa, sih, membeli minuman dengan botol sekali pakai, tapi biasanya kalau urgent saja.

Bawa wadah makanan sendiri - Selain membiasakan anak-anak membawa bekal makanan, saat akan membeli nasi uduk untuk sarapan, lauk, dsb-nya, saya membiasakan diri membawa wadah sendiri. Awalnya, sih, risih, apalagi kadang orang yang tak terbiasa menganggap kita berlebihan, namun saat sudah terbiasa, gak masalah kok, gak repot sama sekali.

Bawa tas pengganti kantong plastik - Setiap akan belanja ke supermarket, dll, saya selalu mengusahakan bawa kantong sendiri agar tak perlu menggunakan plastik. Anak-anak pun saya biasakan untuk memasukan belanjaan mereka ke dalam tas atau kalau hanya satu dua potong belanjaan, pegang saja, apalagi kalau belanja dekat rumah.

Pakai kertas di dua sisi - Yup, sejak anak-anak masih kecil ini sudah saya biasakan banget. Kalau satu sisi sudah dipakai, sisi sebelahnya pun harus dipakai sebelum dibuang atau disimpan. Lumayan hemat juga, kan, jadinya ...

Gunakan baju bekas untuk kain lap - Saya hampir nggak pernah membeli keset dan kain lap lagi entah sudah berapa tahun. Saya selalu menggunakan baju bekas tak layak pakai untuk keset dan kain lap. Kalau baju bekas layak pakai pastinya untuk disumbangkan. Baju bekas juga menghemat pemakaian tissue. Dulu saya sering menggunakan tissue makan untk mengelap meja, dll, kini saya menggunakan kain lap dari baju bekas saja. Hemat dan ramah lingkungan.

Biasakan membawa saputangan - Awalnya anak-anak saya menolak saat saya memberi saputangan sebagai pengganti tissue. Dengan alasan kurang praktis mereka enggan membawa saputangan, karena dengan tissue, sekali pakai tinggal buang ke tong sampah. Namun setelah diberi pengertian, mereka justru tergugah dan dengan sendirinya jarang sekali menggunakan tissue.

Last but not least, biasakan merapikan rumah, bahkan gudang sekali pun, karena saat tempat penyimpanan kita berantakan akan banyak sampah tersembunyi yang tersimpan di sana.

Yuk, mulai kelola sampah dari rumah sendir !

*****

0 komentar

Oldies But Goodies